Selanjutnya yang akan saya bahas tentang "Half Year Review" adalah tentang program DREaM 2011. Ini merupakan program International Student Summer Program di mana ada sekitar 80 mahasiswa/i dari 17 negara datang ke Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta dari 26 Juni-5 Juli 2011 dengan tema Social Entrepreneur On The Move
Dalam program tersebut terdapat 3 subprogram yaitu lecturing, internship, dan social community.
Lecturing merupakan hal yang biasa saya dapatkan di kelas, akan tetapi di sini pembicaranya adalah orang-orang yang benar-benar luar biasa, seperti Bapak Sandiaga Uno dan Ibu Martha Tilaar. Lecturing ini membahas seputur social entrepreneur.
Internship merupakan kegiatan 3 hari di mana masing-masing peserta dapat memilih untuk merasakan bekerja di beberapa NGO yang telah disediakan oleh panita.
Social community merupakan hal yang paling menarik dalam program ini dimana seluruh peserta ke sebuah desa yang terletak sekitar 2 jam dari Yogjakarta. Di sini kita banyak melakukan aktivitas bersama, bermain dengan alam desa yang benar-benar menyenangkan jauh dari hiruk pikuk kota.
Yang paling saya sukai dalam program DREaM ini adalah saya bertemu dengan teman-teman baru yang susah diungkapkan dengan kata-kata tetapi kami menyebutnya Genk Badung di mana orang di dalamnya merupakan orang-orang yang Badung. hahahaha. Vivi yang merupakan si Emak yang penuh pengalaman dan perjuangan dalam hidupnya, Tony yang merupakan seorang pejuang yang tidak kenal lelah dalam mengapai cita-cita hidupnya yang selalu aktif dalam berbagai conference, Sindy yang merupakan orang yang paling lucu, penuh dengan canda, dan hal yang paling teringat adalah mimisannya, Ankur yang merupakan orang yang super duper brilian dan jenius yang selalu setia membantu teman-temannya, Anna yang merupakan seorang cewe yang paling cewe di antara cewe yang selalu periang dan paling dewasa, Shofi yang merupakan cewek ayu yang susah diungkapkan dengan kata-kata, Kharisa atau Icha yang merupakan cewek yang paling perhatian dengan sesama, Kelvin yang merupakan cowok yang super cuek yang masih mencari jati diri dalam hidup. Masih banyak lagi yang tidak akan habis kalau disebutin satu per satu, ada Heath, Ember, Daniel, Hanafi.
DREaM 2011, never stop dreaming.:D
Opening Ceremony
Borobudur - Castle of DREaM
The people I would miss the most of my life...:D
aku dan diriku
Senin, 12 Desember 2011
Integrasi Pemeriksaan Akuntansi (IPA)
Pengalaman pertama yang ingin saya bagi dalam "Half Year Review" berhubungan dengan kuliah. Terkadang agak sedikit malas kalau membahas tentang kuliah, tetapi yang satu ini merupakan hal yang sangat menarik. Kelas Integrasi Pemeriksaan Akuntansi atau yang biasa kami sebut IPA, di mana merupakan kelas perdana yang khusus diajar oleh tim KPMG dengan bobot 4 sks yang diadakan saat semester pendek setiap hari jumat sore dan sabtu pagi. Untuk mengikuti kelas ini, dibutuhkan sedikit perjuangan karena kelas ini merupakan kelas khusus dan diperlukan komitment untuk mengikutinya. Setiap mahasiswa yang mau mengikuti kelas ini harus melampirkan DPS terakhir ke jurusan akuntansi dan ternyata hanya 18 orang yang terpilih dan saya termasuk di dalamnya.
Kelas ini boleh dikatakan eksklusif sekali karena benar-benar dirancang untuk mahasiswa/i yang serius mengetahui lebih dalam seorang "auditor" yang bekerja di Kantor Akuntan Publik. Pelajaran yang diberikan setiap pertemuan juga berbeda-beda tergantung dengan topik yang telah ditentukan dengan pengajar yang berbeda pula yang merupakan pakar di bidang tersebut.
Pribadi untuk saya sendiri, kelas ini benar-benar sangat berguna untuk membuka wawasan saya mengenai dunia auditor di mana saya tertarik untuk terjun di dunia tersebut. Dengan pengajar yang berpengalaman di bidangnya merupakan daya tarik tersendiri dengan tawaran apabila di kelas terlihat aktif dan nilai bagus maka terdapat kemungkinan untuk masuk ke KPMG. Itu merupakan peluang emas yang sayang sekali harus dilewatkan.
4 sks dengan menghabiskan waktu setiap jumat sore dan sabtu pagi sampai siang merupakan suatu pengorbanan tetapi buah atas pengorbanan itu sangat berguna. It's really worth.:D
Ini merupakan achievement pertama saya selama setengah tahun terakhir.
Ke-18 orang terpilih dan beruntung yang mengikuti kelas IPA.:D
Kelas ini boleh dikatakan eksklusif sekali karena benar-benar dirancang untuk mahasiswa/i yang serius mengetahui lebih dalam seorang "auditor" yang bekerja di Kantor Akuntan Publik. Pelajaran yang diberikan setiap pertemuan juga berbeda-beda tergantung dengan topik yang telah ditentukan dengan pengajar yang berbeda pula yang merupakan pakar di bidang tersebut.
Pribadi untuk saya sendiri, kelas ini benar-benar sangat berguna untuk membuka wawasan saya mengenai dunia auditor di mana saya tertarik untuk terjun di dunia tersebut. Dengan pengajar yang berpengalaman di bidangnya merupakan daya tarik tersendiri dengan tawaran apabila di kelas terlihat aktif dan nilai bagus maka terdapat kemungkinan untuk masuk ke KPMG. Itu merupakan peluang emas yang sayang sekali harus dilewatkan.
4 sks dengan menghabiskan waktu setiap jumat sore dan sabtu pagi sampai siang merupakan suatu pengorbanan tetapi buah atas pengorbanan itu sangat berguna. It's really worth.:D
Ini merupakan achievement pertama saya selama setengah tahun terakhir.
Ke-18 orang terpilih dan beruntung yang mengikuti kelas IPA.:D
Half Year Review
Suddenly tonight I want to review/flash back my half year experiences. I got some new experiences, friends, achievements and many more that fulfill my life. I really happy that I can share those moments with those people who are very great and awesome. Thanks for the support from my big family and friends! Without them I am nothing.:) Thanks to God who is always walk with me.:D
Cheers,
Vin Cent
Cheers,
Vin Cent
Minggu, 16 Januari 2011
Pengalaman Buruk Awal 2011
Walaupun tahun 2011 sudah berjalan hampir 2 minggu, saya mendapat banyak cobaan di awal tahun 2011 ini. Dibutuhkan banyak kesabaran dan pengorbanan, dari 3 mata kuliah yang cuma beda 1 poin untuk mendapatkan nilai akhir yang lebih tinggi. Benar-benar membuat saya kesel sekali, rasanya ingin marah-marah sama dosen mata kuliah tersebut, belum pernah merasakan usaha seorang mahasiswa yang ingin mengharapkan nilai lebih. Dan kemarin ketika saya ketemu dengan teman baik saya dan ngobrol tentang masalah ini, tiba-tiba teman saya ini menyebutkan kembali : Cen, sejak kapan kamu memikirkan nilai sampai segitunya? *Saya kembali tersadarkan, apa yang selama ini saya cari ketika kuliah? Akan tetapi, dunia tetap memandang nilai ipk kita ketika kita mau memasuki kehidupan yang baru yaitu dunia kerja.
Kejutan buruk yang saya dapatkan lagi adalah hasil pengumuman kajian, saya keterima di kajian sistem yang merupakan pilihan saya yang keempat. Sebenarnya pilihan pertama saya adalah audit karena alasan utama saya masuk program studi akuntansi adalah menjadi seorang auditor. *pemikiran dulu : kalau masuk akuntansi ga jadi auditor, kayaknya ga berguna banget. Mungkin saya ingin disadarkan oleh pemikiran saya yang sempit. Tetapi sebenarnya, bukan saya merasa gimana-gimana di sistem, akan tetapi saya merasa diri saya tidak sanggup di sistem. Semoga aja Tuhan memberikan jalan yang terbaik dengan saya masuk sistem. Ada sedikit rasa syukur kenapa saya tidak keterima di audit. Mungkin ada sekitar 10 orang dari 20 orang terbaik angkatan 2008 saya di Universitas saya masuk kajian audit tersebut. Saya bukan mahasiswa yang ahli di bidang akuntansi, akan tetapi selalu berusaha terbaik melakukan segala sesuatu. Bukan seorang yang bisa akuntansi, akan tetapi mahasiswa yang dilengkapi banyak soft skills lainnya.
Dan kejutan terakhir yang tidak kalah membuat saya merasa terbebani adalah mengenai pertukaran pelajar yang saya ajuin kmrn2. sebenarnya saya merupakan orang ketiga dari dua orang yang dijanjikan untuk mengikuti pertukaran pelajar ke australia. Saya benar-benar mengharapkannya karena saya ingin belajar lebih dan lebih, meningkatakan communication skills saya terutama dalam bahasa inggris. Ketika saya menunggu di bandara sebelum pulang ke Bandung, teman saya bbmin saya nanyain, cent, kamu uda dapat email balasan yang ke Flinders belum? Saya kaget banget, karena dia sudah mendapat email balasan dan teman yang 1 lagi juga sudah mendapat balasan email, sedangkan saya sendiri masih belum dapat. Sedih sekali, semoga aja masih ada harapan.
Good or Bad, who knows?
Kejutan buruk yang saya dapatkan lagi adalah hasil pengumuman kajian, saya keterima di kajian sistem yang merupakan pilihan saya yang keempat. Sebenarnya pilihan pertama saya adalah audit karena alasan utama saya masuk program studi akuntansi adalah menjadi seorang auditor. *pemikiran dulu : kalau masuk akuntansi ga jadi auditor, kayaknya ga berguna banget. Mungkin saya ingin disadarkan oleh pemikiran saya yang sempit. Tetapi sebenarnya, bukan saya merasa gimana-gimana di sistem, akan tetapi saya merasa diri saya tidak sanggup di sistem. Semoga aja Tuhan memberikan jalan yang terbaik dengan saya masuk sistem. Ada sedikit rasa syukur kenapa saya tidak keterima di audit. Mungkin ada sekitar 10 orang dari 20 orang terbaik angkatan 2008 saya di Universitas saya masuk kajian audit tersebut. Saya bukan mahasiswa yang ahli di bidang akuntansi, akan tetapi selalu berusaha terbaik melakukan segala sesuatu. Bukan seorang yang bisa akuntansi, akan tetapi mahasiswa yang dilengkapi banyak soft skills lainnya.
Dan kejutan terakhir yang tidak kalah membuat saya merasa terbebani adalah mengenai pertukaran pelajar yang saya ajuin kmrn2. sebenarnya saya merupakan orang ketiga dari dua orang yang dijanjikan untuk mengikuti pertukaran pelajar ke australia. Saya benar-benar mengharapkannya karena saya ingin belajar lebih dan lebih, meningkatakan communication skills saya terutama dalam bahasa inggris. Ketika saya menunggu di bandara sebelum pulang ke Bandung, teman saya bbmin saya nanyain, cent, kamu uda dapat email balasan yang ke Flinders belum? Saya kaget banget, karena dia sudah mendapat email balasan dan teman yang 1 lagi juga sudah mendapat balasan email, sedangkan saya sendiri masih belum dapat. Sedih sekali, semoga aja masih ada harapan.
Good or Bad, who knows?
Kamis, 09 Desember 2010
Tidak Mau Kehilangan Lagi
Dari beberapa hari yang lalu, saya menemukan beberapa hal yang membuat saya tersadar akan hidup ini.
Saya dari dulu memang orangnya penuh pertimbangan dan pemilih dalam segala sesuatu. Selalu ingin yang terbaik untuk diri sendiri maupun orang di sekitar saya.
Akan tetapi, selama seminggu yang lalu, saya tersadarkan oleh beberapa hal. Teman-teman yang menurut saya hanya sebatas teman, malah menjadi teman yang luar biasa buat saya. Yang biasanya hanya bertegur sapa, jarang ngobrol, mungkin bisa dibilang cuma bertemu seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Ketika mereka mengajak saya keluar untuk makan, salah satu hal yang saya miss, karena sudah kebiasaan makan sendiri di kost dan jarang sekali makan keluar sama teman, mungkin karena saya sibuk (hanya alasan ketika memang masih sibuk, dan sekarang sudah tidak terlalu sibuk) atau malu untuk mengajak teman untuk keluar makan bersama.
Pada saat itu, saya mulai tersadarkan bahwa saya sendiri memang kurang proaktif, selalu menunggu dari orang lain saja. Selalu memilih sesuai dengan yang saya harapkan.
Kemudian ada teman yang menurut saya masih baru, jarang ketemu juga, dan jarang ngobrol, mengajak saya keluar untuk membantu dia dan menurut saya merupakan sesuatu hal yang penting dan saya merasa bahwa wahhh,, ternyata masih ada orang yang mengingat saya.
Dan hari ini, kebetulan saya keluar dengan teman yang sudah lumayan kenal lama, akan tetapi belum pernah keluar bareng sama sekali. Dan hari ini saya mendapat sesuatu hal yang berharga, yang saya sebut : Biarlah kita tidak mendapat bus yang kita inginkan, akan tetapi masih ada banyak bus yang mau mengangkut kita, mau menerima kita, masih mengingat kita.
Tidak mau kehilangan sesuatu yang penting dan berharga dalam hidup saya, semoga saya semakin bisa menghargai apa yang telah saya dapat sekarang.:)
Saya dari dulu memang orangnya penuh pertimbangan dan pemilih dalam segala sesuatu. Selalu ingin yang terbaik untuk diri sendiri maupun orang di sekitar saya.
Akan tetapi, selama seminggu yang lalu, saya tersadarkan oleh beberapa hal. Teman-teman yang menurut saya hanya sebatas teman, malah menjadi teman yang luar biasa buat saya. Yang biasanya hanya bertegur sapa, jarang ngobrol, mungkin bisa dibilang cuma bertemu seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Ketika mereka mengajak saya keluar untuk makan, salah satu hal yang saya miss, karena sudah kebiasaan makan sendiri di kost dan jarang sekali makan keluar sama teman, mungkin karena saya sibuk (hanya alasan ketika memang masih sibuk, dan sekarang sudah tidak terlalu sibuk) atau malu untuk mengajak teman untuk keluar makan bersama.
Pada saat itu, saya mulai tersadarkan bahwa saya sendiri memang kurang proaktif, selalu menunggu dari orang lain saja. Selalu memilih sesuai dengan yang saya harapkan.
Kemudian ada teman yang menurut saya masih baru, jarang ketemu juga, dan jarang ngobrol, mengajak saya keluar untuk membantu dia dan menurut saya merupakan sesuatu hal yang penting dan saya merasa bahwa wahhh,, ternyata masih ada orang yang mengingat saya.
Dan hari ini, kebetulan saya keluar dengan teman yang sudah lumayan kenal lama, akan tetapi belum pernah keluar bareng sama sekali. Dan hari ini saya mendapat sesuatu hal yang berharga, yang saya sebut : Biarlah kita tidak mendapat bus yang kita inginkan, akan tetapi masih ada banyak bus yang mau mengangkut kita, mau menerima kita, masih mengingat kita.
Tidak mau kehilangan sesuatu yang penting dan berharga dalam hidup saya, semoga saya semakin bisa menghargai apa yang telah saya dapat sekarang.:)
Kamis, 11 November 2010
Minggu penuh perjuangan
Bisa dibilang bahwa uda hampir 2 minggu ini saya terus bergadang dan bergadang demi tugas dan kuliah. Kadang-kadang saya berpikir, apakah pengorbanan yang telah saya lakukan telah sepantas dengan apa yang telah saya berikan. Kadang saya melihat orang lain hanya bersantai, tidak memperdulikan kuliah dan nilai mereka. Hidup mereka sangat terlihat sangat santai tanpa beban. Tapi di sisi lain, saya juga melihat ada beberapa teman saya yang bahkan saya bilang lebih parah dari saya. Bergadang lebih malam lagi, belajar lebih keras lagi.
Ketika hari rabu, 10 November krmn saya diajak ngobrol dengan salah satu teman baik saya, yang sering membantu saya, sudah kenal lama sejak kuliah. Dia tahu saya memang orangnya sangat aktif dalam hal organisasi, senang mengikuti berbagai hal yang berhubungan dengan organisasi. Ketika saat itu, dia menawari saya menjadi koor acara (yang menurut saya sih suatu kebanggaan bagi saya, dipercayakan oleh dia beserta teman-temannya). Akan tetapi saya menolak, dan satu pernyataan yang diucapkan dari dia. Kurang lebih seperti ini : Cen, kenapa kamu ga seperti dulu, biasanya selalu aktif?
Saya tersadarkan, kembali flash back ke masa awal kuliah sampai sekarang. Begitu banyak hal yang telah dilalui, suka maupun duka. Berbagai pengorbanan pun telah saya berikan. Dulu masih kepikiran, kalau nilai jelek, yah bisa diulang. kalau pengalaman mah bakalan datang sekali seumur hidup. Salah satu alasan kenapa saya senang berorganisasi karena bisa mengenal banyak orang, bisa mempelajari hal-hal positif dari mereka, menginspirasi saya untuk menjadi lebih dan lebih lagi.
Akan tetapi, sekarang saya lebih fokus ke kuliah. Sangat ingin memperoleh nilai yang memuaskan (sekarang ini merasa nilai menjadi sangat penting). Pernah terpikir, bahwa IPK bukan segalanya, akan tetapi perusahaan melihat IPK sebagai suatu syarat mutlak untuk memasuki lingkungan kerja mereka.
Begitu banyak hal yang telah saya korbankan, hingga sekarang ini kadang-kadang merasa telah kehilangan beberapa hal terpenting dalam hidup. Akan tetapi saya menyadari bahwa, masih banyak orang di luar sana masih lebih parah dari kondisi saya sekarang ini.
Semoga ada hikmah dibalik semua ini....
Ketika hari rabu, 10 November krmn saya diajak ngobrol dengan salah satu teman baik saya, yang sering membantu saya, sudah kenal lama sejak kuliah. Dia tahu saya memang orangnya sangat aktif dalam hal organisasi, senang mengikuti berbagai hal yang berhubungan dengan organisasi. Ketika saat itu, dia menawari saya menjadi koor acara (yang menurut saya sih suatu kebanggaan bagi saya, dipercayakan oleh dia beserta teman-temannya). Akan tetapi saya menolak, dan satu pernyataan yang diucapkan dari dia. Kurang lebih seperti ini : Cen, kenapa kamu ga seperti dulu, biasanya selalu aktif?
Saya tersadarkan, kembali flash back ke masa awal kuliah sampai sekarang. Begitu banyak hal yang telah dilalui, suka maupun duka. Berbagai pengorbanan pun telah saya berikan. Dulu masih kepikiran, kalau nilai jelek, yah bisa diulang. kalau pengalaman mah bakalan datang sekali seumur hidup. Salah satu alasan kenapa saya senang berorganisasi karena bisa mengenal banyak orang, bisa mempelajari hal-hal positif dari mereka, menginspirasi saya untuk menjadi lebih dan lebih lagi.
Akan tetapi, sekarang saya lebih fokus ke kuliah. Sangat ingin memperoleh nilai yang memuaskan (sekarang ini merasa nilai menjadi sangat penting). Pernah terpikir, bahwa IPK bukan segalanya, akan tetapi perusahaan melihat IPK sebagai suatu syarat mutlak untuk memasuki lingkungan kerja mereka.
Begitu banyak hal yang telah saya korbankan, hingga sekarang ini kadang-kadang merasa telah kehilangan beberapa hal terpenting dalam hidup. Akan tetapi saya menyadari bahwa, masih banyak orang di luar sana masih lebih parah dari kondisi saya sekarang ini.
Semoga ada hikmah dibalik semua ini....
Senin, 08 November 2010
Impian dan harapan
Sabtu, 06 November
Pada hari sabtu, 06 November 2010 saya mengikuti seminar nasional akuntansi yang salah satu seminar yang telah saya tunggu-tunggu mengingat ada banyak partner yang datang sebagai pembicara dalam seminar nasional ini.
Ketika awal seminar, seminar nasional ini terasa seperti seminar-seminar lainnya yang membahas suatu tema. Tema yang dibawakan cukup menarik, dan membuat saya lebih bersemangat untuk menempuh program studi yang saya jalanin sekarang ini.
Yang lebih menariknya, sesi setelah makan siang yaitu talk show alumni Universitas Katolik Parahyangan. Sesi ini membuat saya benar-benar terkesan sekali. Suatu sesi yang menurut saya merupakan suatu kesempatan yang langkah di mana masing-masing partner dari big four datang dan bercerita tentang awal kehidupan mereka. Mengapa mereka memilih program studi akuntansi dan bisa sampai sejauh ini.
Ilmu yang dapat saya kutip dalam sesi tersebut adalah mereka awalnya bukan orang yang memilih program studi akuntansi ketika hendak memasuki kuliah. Akan tetapi, dari program studi akuntansi inilah yang dapat membuat mereka sesukses begini. Dan mereka pun tidak pernah menyesal sama sekali mengambil program studi akuntasi....
Hal inilah yang membuat saya terdorong untuk semakin berusaha dan berusaha lagi. Berjuang semampu saya, walaupun kuliah di sini memang berat, akan tetapi realitas hidup yang akan dihadapi setelah kuliah akan lebih berat lagi.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dalam seminar nasional akuntasi ini adalah ketika dapat mendapat kenangan-kenangan dari panitia karena mengajukan pertanyaan pada sesi alumni tersebut, sehingga saya langsung dapat bersalaman dengan salah satu partner big four. Suatu kebanggaan yang luar biasa, semoga saya dapat menjadi seperti Beliau kelak, dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik lagi...
Jangan pernah menyerah, jangan pernah berputus asa...
Masa depan ada di tangan kita sendiri...
Semangat!!!
Pada hari sabtu, 06 November 2010 saya mengikuti seminar nasional akuntansi yang salah satu seminar yang telah saya tunggu-tunggu mengingat ada banyak partner yang datang sebagai pembicara dalam seminar nasional ini.
Ketika awal seminar, seminar nasional ini terasa seperti seminar-seminar lainnya yang membahas suatu tema. Tema yang dibawakan cukup menarik, dan membuat saya lebih bersemangat untuk menempuh program studi yang saya jalanin sekarang ini.
Yang lebih menariknya, sesi setelah makan siang yaitu talk show alumni Universitas Katolik Parahyangan. Sesi ini membuat saya benar-benar terkesan sekali. Suatu sesi yang menurut saya merupakan suatu kesempatan yang langkah di mana masing-masing partner dari big four datang dan bercerita tentang awal kehidupan mereka. Mengapa mereka memilih program studi akuntansi dan bisa sampai sejauh ini.
Ilmu yang dapat saya kutip dalam sesi tersebut adalah mereka awalnya bukan orang yang memilih program studi akuntansi ketika hendak memasuki kuliah. Akan tetapi, dari program studi akuntansi inilah yang dapat membuat mereka sesukses begini. Dan mereka pun tidak pernah menyesal sama sekali mengambil program studi akuntasi....
Hal inilah yang membuat saya terdorong untuk semakin berusaha dan berusaha lagi. Berjuang semampu saya, walaupun kuliah di sini memang berat, akan tetapi realitas hidup yang akan dihadapi setelah kuliah akan lebih berat lagi.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dalam seminar nasional akuntasi ini adalah ketika dapat mendapat kenangan-kenangan dari panitia karena mengajukan pertanyaan pada sesi alumni tersebut, sehingga saya langsung dapat bersalaman dengan salah satu partner big four. Suatu kebanggaan yang luar biasa, semoga saya dapat menjadi seperti Beliau kelak, dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik lagi...
Jangan pernah menyerah, jangan pernah berputus asa...
Masa depan ada di tangan kita sendiri...
Semangat!!!
Langganan:
Postingan (Atom)



